4 Pengorbanan Suami Yang Tidak Akan Pernah Istri Sadari Hingga Detik Ini!

Posted on

Dalam berumah tangga muncul masalah.

Itu wajar.

Ibarat sebuah bumbu dalam menjalani kehidupan.

Namun.

Bukan berarti sebagai seorang istri  bisa begitu saja merasa dalam posisi paling benar.

Dan selalu memandang sang suami salah.

Suami adalah seorang yang luar biasa di mata seorang istri..

Jangan pernah berani kepada suami,

Meskipun hanya dengan sebuah bantahan kecil saat dia menjelaskan suatu hal persolan padamu.

Jangan pernah melukai hati suami,

Meskipun hanya sebuah candaan kecil yang tak sengaja begitu tajam mengenai hatinya.

Jangan pernah mengecewakan suami,

Meskipun tak sekalipun engkau mengucapkan terima kasih atas jerih payahnya yg kau anggap kecil.

Suami itu ikhlas akan segala hal..

Sebuah hal kecil.

Yang tidak akan pernah nampak terlihat di mata seorang istri.

Cobalah untuk sedikit saja anda sebagai seorang istri melihat satu sisi pengorbanan dari sang suami.

Beberapa pengorbanan suami berikut, mungkin bisa membuka mata hati anda sebagai seorang istri yang mungkin saja tidak anda sadari sampai saat ini.

1. Lebih memilih tersenyum saat istri merasa selalu diberi nafkah gaji kecil.

Terlihat begitu sepele,

Namun..

..sangat membuat hati suami begitu terasa pedih jika istri tidak tersenyum saat diberikan uang gaji bulanan.

Tidak jarang saat sang suami memberikan gaji bulanan kepada istri, yang terjadi justru istri menjadi cemberut. Seolah olah gaji bulanan yang diberikan tidak pernah cukup, atau tidak naik dari bulan ke bulan.

Faktanya.

Sang suami hanya perlu ucapan “terima kasih ayah..atas rejekinya..”

Itu saja sudah sangat membuat hati suami menjadi bahagia, atas jerih payah yang dilakukannya siang malam demi mencari rejeki untuk keluarganya tercinta.

Namun.

Jika istri cemberut, maka sang suami juga tetap berbesar hati selalu tersenyum, meskipun dalam hatinya kecewa…

Sadarkah seorang istri akan hal ini?

2. Lebih memilih diam saat istri merasa paling benar.

Suami itu.

Pada dasarnya adalah seorang pengayom.

Seorang yang sabar… jika istrinya “galak”

Ini fakta.

Pasangan suami istri itu saling melengkapi, dan tidak jarang kebanyakan suami itu lebih pendiam daripada istrinya.

Namun jangan salah,

Diamnya seorang suami itu karena tidak ingin membesar besarkan suatu masalah.

Dia lebih memilih mengalah daripada berdebat dengan istrinya yang mungkin saja

sedang dalam “keadaan capek mengurus anak..”

atau dalam “keadaan capek setelah seharian bekerja di dapur”..

atau dalam “keadaan sensitife tengah hamil atau haid”

Terkadang tidak jarang saat bersitengang karena maslaah sepele, suami lebih memilih diam saja. Dan membiarkan istrinya merasa dalam keadaan benar.

Namun jangan salah.

Istri harus paham akan hal ini.

Sebab sang suami juga dalam hatinya dia terluka, seolah olah tidak dihargai sebagai seorang imam. Namun karena dia ingin lebih menjaga keharmonisan rumah tangga..daripada bersitegang yang tidak berguna.

Sadarkah seorangistri atas pengorbanan suami ini?

3. Ketika letih sepulang kerja, menjadi pelampian istri setelah seharian mengurus anak.

Sepulang kerja seharian.

Seorang suami hanya ingin saat sampai di rumah melihat anak istrinya menymbut dengan senyuman.

Namun tidak jarang.

Yang terjadi jusru sang istri malah marah marah ketika suami sampai di rumah, bahkan sebelum melepas lelahnya duduk dan bersandar di kursi setelah seharian bekerja.

Yang ada justru omelan dan sekita juga menyusuh suami segera gentian mengurus anak, karena sang istri telah seharian menjaga anak dan begitu capek.

Hal itu sangat dipahami oleh suami sebenarnya.

Sang suami sangat paham bahwa mengurus anak dan rumah tangga itu begitu menguras tenaga, melebihi orang yang bekerja di luar rumah.

Namun,

Ada baiknya, setidaknya biarkan suami anda beristirahat sejenak melepas lelahnya ketika sampai di rumah sepulang bekerja.

Berikan senyuman sewaktu dia pulang dan menyambut rasa kangen pada anak anaknya.

Bukan justru disodori tatapan istri yang cemberut tangah menyapa dirinya.

Sang suami tetap saja mengalah, dan tidak mempersoalkannya. Namun setidaknya hargailah suami anda selepas letih bekerja..

Hal itu begitu terihat sepele, namun sadarkah istri akan hal ini?

4. Lebih memilih tidak memihak siapapun saat istri bersitegang dengan adik ipar.

Hal ini 90 % terjadi dalam rumah tangga.

Bukan rahasia.

Jika seorang suami mempunyai adik atau kakak wanita, maka cenderung tidak ada kecocokan dengan istrinya.

Terlebih jika tinggal dalam satu pekarangan halaman.

Yang terjadi adalah keributan dan keributan.

Saling menyindir dan tidak mau kalah sering terjadi antara istri dan adik ipar maupun dengan  kakak iparnya.

Biasanya karena hal sepele.

Sangat sangat sepele, namun tidak jarang hal itu menimbulkan keributan.

Nah, yang jadi persoalan.

Siapa yang paling dibuat bingung oleh keributan ini?

Tentu saja “suami”!

Cobalah anda sebagai seorang istri melihat sedikit saja kondisi suami anda saat anda bersitegang dengan adik ataupun kakak ipar anda.

Seorang suami akan begitu menderita, karena dibuat bingung. Antara siapa yang dia bela dan dia akan beri pengertian.

Jika suami anda membela adik perempuannya, maka dapat dipastikan anda sebagai istrinya akan membenci suami anda. Sedangkan suami anda tidak ada sangkut pautnya dengan persoalan anda dengan adik ipar anda.

Kondisi seperti inilah yang sering terjadi dan sellau saja berakhir ribut.

Anda sebagai seorang istri,

Pernahkan sedikit saja melihat ego anda saat ini?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *